AA LANYALLA MATTALITTI
DARI DAERAH UNTUK INDONESIA
LaNyalla Mattaliti. Sebuah nama unik yang banyak disoroti publik. Ya, belakangan ini sosok La Nyalla telah  menjadi buah bibir masyarakat tanah air. Lelaki kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959 silam ini ‘menjelma’ menjadi tokoh penting di DPD RI. Sejak 2 Oktober 2019 lalu,
LaNyalla resmi menjadi orang nomor satu di DPD RI. Banyak asumsi yang mengatakan bahwa ia pernah berlatar belakang sebagai dukun dan preman. Tak hanya itu, bahkan ia pun pernah mendekam dibalik jeruji penjara selama 7 bulan. Lantas, bagaimana sebenarnya sepak terjang seorang LaNyalla? Dunia bisnis, olahraga, serta politik menjadi ketiga hal yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang LaNyalla. Pria berdarah Bugis, yang dibesarkan di Surabaya ini merintis kariernya sebagai pengusaha. Idenya untuk menyelenggarakan sebuah pameran kreativitas anak muda pada tahun 1989, sayangnya tak berbuah manis. Acara yang disponsori oleh Maspion itu menelan kerugian sebesar Rp. 180 juta karena tak kedatangan satu pun pengunjung. Alhasil, LaNyalla dibebankan tagihan atas kerugian itu. Belum merasa kecewa, LaNyalla kembali merajut cita-citanya sebagai seorang pengusaha. Ia bersikukuh untuk meminta Maspion mensponsori acaranya kembali, Tak disangka, gagasannya kali ini mendapat respons yang positif, karna pameran tersebut akhirnya  menjadi bibit dari “Surabaya Expo” yang rutin diadakan hingga tahun 2001. Semenjak itu, LaNyalla tampil sebagai figur pengusaha muda. Tak puas di dunia bisnis, LaNyalla memperluas kiprahnya dalam dunia organisasi. Maka tak mengejutkan, jika dirinya semakin dikenal publik dan mencapai puncak kariernya.
LaNyalla aktif bergabung dalam berbagai organisasi, bahkan salah satunya ia pernah menjabat sebagai Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jatim, Ketua Umum MPW Pemuda Pancasila Jatim, dan Ketua DPW Partai Patriot Jatim. Ketertarikannya dalam dunia olahraga juga dibuktikan melalui kontribusinya di PSSI pada 2010 silam. Berkat kerja kerasnya, sosok LaNyalla dipercaya ketua PSSI-KPSI periode 2013-2015. Tak sampai di situ, La Nyalla ternyata meraup suara terbanyak dalam Kongres Luar Biasa PSSI, hal itu seharusnya menjadikannya sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2016. Namun siapa sangka, hasil kongres tersebut malah memicu konflik antara PSSI dengan pemerintah. Seakan masa kejayaannya perlahan meredup, berbagai ujian hidup mulai menghampiri putra dari Mahmud Mattaliti ini. LaNyalla tersandung kasus dugaan korupsi dan dituduh menyelewengkan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2014 saat ia menjabat sebagai pengurus KADIN Jatim. Ia ditetapkan sebagai tersangka, namun pada 27 Desember 2016 angin segar berhembus untuknya, LaNyalla divonis bebas oleh majelis hakim.
Lika-liku cerita hidupnya tak cukup pada bidang bisnis dan olahraga saja, bahkan pada 2018, LaNyalla berseteru dengan Partai Gerindra, atas isu penyelewengan mahar politik sebesar Rp. 40 Miliar pada saat pencalonan dirinya menjadi Cagub Jawa Timur. Banyak yang tidak mengetahui bahwa LaNyalla kecil adalah anak yang pemberani dan cukup bebal. Bahkan sang ayah dan ibu Nyalla sudah lelah menghadapinya semasa kecil, dan mengirimkannya ke sebuah pesantren di Bekasi dengan harapan agar Nyalla mengurangi perbuatan nakalnya. Namun sayang, hasilnya nihil. Beranjak dewasa, LaNyalla malah sering berkujung ke pesantren wali songo di Surabaya dan banyak berdiam diri di sana. Dari sanalah, lelaki berusia 61 tahun ini dianggap sebagai seorang dukun karna memiliki kekuatan supranatural, namun Nyalla tidak menghiraukannya. Ia tetap berprinsip hanya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sambil menetap di pesantren, ia juga melakoni profesi sebagai supir angkot dan berteman dengan preman-preman. Ia memiliki misi untuk mengajak preman-preman tersebut agar mau bertaubat. Hal inilah yang menyebabkan Nyalla dianggap sebagai preman, ia mengakui bahwa ia memang dekat dengan lingkungan preman, namun ia memiliki asa untuk mengajak preman-preman tersebut kembali ke jalan yang benar. Meskipun harus mengikuti gaya preman dan berpenampilan seram, La mengakui hal itu bertujuan agar ‘misi’ nya sampai, dan preman-preman itu mau mendengarkannya, serta tidak antipati dengannya. Hingga kini, La Nyalla Mattaliti belum meredup, atau padam. Justru, namanya semakin menyala dan menjadi sorotan publik. Meskipun tak luput dari berbagai konflik dan kritik, La Nyalla berusaha tetap tampil kharismatik.

KARIER

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengawali karir sebagai pengusaha di Surabaya. Ia membuat pameran kreativitas anak muda tahun 1989. Namun acara tersebut gagal total karena tak ada seorang pun yang datang. Tidak kapok, LaNyalla kembali membuka pameran dan berhasil menjadi cikal bakal dari Surabaya Expo yang kemudian rutin diadakan setiap tahun hingga 2001. Bahkan Ia aktif sebagai Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur.
LaNyalla terjun dalam bidang olahraga pada tahun 2010 sebagai Wakil Ketua KONI Jawa Timur. Baru di tahun 2011, menjabat sebagai Wakil Ketua PSSI Jawa Timur dan Ketua Umum Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada tahun 2012-2013.
Setahun berselang, LaNyalla memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur untuk kemudian menjadi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Pada tahun 2015-2016 menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

KELUARGA

Ayahnya Mahmud Mattalitti adalah seorang dosen yang pernah dipercaya sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Sedangkan kakeknya bernama Haji Mattalitti adalah seorang saudagar besar dari Bugis, Sulawesi Selatan, yang cukup berpengaruh di Surabaya

PENDIDIKAN

  • SD Bhinneka Bhakti, Surabaya (1965-1971)
  • SMP Negeri 1 Surabaya (1971-1974)
  • SMA Negeri 3 Surabaya (1974-1977)
  • Fakultas Teknik Sipil, Universitas Brawijaya (1977-1984)